Split: Kota yang Hidup di Dalam Istana Romawi Diokletianus
Split bukan sekadar kota pelabuhan di pantai Dalmatia, melainkan kota yang tumbuh di dalam dan sekitar reruntuhan istana pensiun Kaisar Romawi Diokletianus. Di sini, tembok berusia 1.700 tahun berdampingan dengan kafe modern, pasar ikan, dan pantai kerikil yang ramai. Split juga jadi pintu gerbang alami menuju pulau-pulau Dalmatia seperti Hvar dan Brač.
Rute jam demi jam dengan tempat nyata dan peta — gratis di Telegram, dalam sekitar satu menit 👉
✈ Mulai Rencanakan Perjalananmu →Tempat Wajib Dikunjungi
Istana Diokletianus
Kompleks istana Romawi kuno dari abad ke-4 yang kini menyatu dengan kehidupan kota, berisi toko, rumah, dan kafe di dalam temboknya.
Katedral St. Domnius (Sveti Duje)
Awalnya adalah mausoleum Kaisar Diokletianus, kini menjadi salah satu katedral tertua di dunia yang masih digunakan.
Peristil
Alun-alun terbuka di jantung istana, dikelilingi kolom-kolom Romawi dan sering jadi panggung pertunjukan musik jalanan di malam hari.
Riva
Promenade tepi laut yang dipenuhi kafe dan palem, tempat terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam sambil menikmati es krim.
Bukit Marjan
Area hijau berisi hutan pinus dan jalur trekking di ujung semenanjung kota, menawarkan pemandangan panorama ke arah laut dan kota tua.
Pantai Bačvice
Pantai kerikil dangkal yang jadi favorit keluarga dan tempat asal olahraga tradisional picigin.
Pasar Pazar dan Pasar Ikan (Ribarnica)
Pasar tradisional tempat warga lokal berbelanja sayur, buah, dan ikan segar tangkapan Laut Adriatik.
Contoh Itinerary Sehari
Kuliner Khas
Masakan Split kental dengan pengaruh Mediterania dan Italia, mengandalkan hasil laut segar serta minyak zaitun dari pulau-pulau sekitar.
Waktu terbaik ke Split adalah akhir Mei hingga awal Juli atau bulan September, saat cuaca hangat untuk berenang tapi belum sepadat puncak musim panas Juli-Agustus.
Pusat kota Split cukup kecil untuk dijelajahi jalan kaki, terutama area dalam Istana Diokletianus dan sepanjang Riva. Untuk ke Marjan atau pelabuhan feri, jalan kaki masih nyaman, sementara bus lokal dan feri (Jadrolinija) berguna untuk ke pulau-pulau seperti Hvar, Brač, atau Vis.
Datanglah ke Peristil setelah gelap saat rombongan turis besar sudah kembali ke hotel atau kapal pesiar; kolom-kolom Romawi yang disinari lampu kuning temaram terasa jauh lebih syahdu dan sepi.
Pertanyaan Umum
Apakah Istana Diokletianus benar-benar tempat orang tinggal sekarang?+
Ya, uniknya sekitar 3.000 penduduk masih tinggal, berjualan, dan membuka kafe di dalam kompleks istana Romawi berusia 1.700 tahun ini, menjadikannya bukan museum beku melainkan bagian kota yang hidup.
Berapa lama waktu ideal untuk mengunjungi Split?+
Dua hingga tiga hari cukup untuk menikmati kota tua, naik ke Bukit Marjan, dan berenang di Bačvice, tapi tambahkan satu-dua hari lagi jika ingin menyeberang ke Hvar atau Brač.
Apakah Split cocok dijadikan basis untuk keliling pulau-pulau Dalmatia?+
Sangat cocok, karena pelabuhan feri Split melayani rute harian ke Hvar, Brač, Vis, dan Korčula, sehingga banyak wisatawan menginap di Split sambil melakukan day trip ke pulau-pulau tersebut.
Berguna untuk perjalanan
Siap menjelajahi Split?
Susun rencana harianmu di sekitar istana Romawi, pantai Bačvice, dan penyeberangan ke pulau-pulau Dalmatia.
✈ Telegram →