Hoi An: Kota Lampion Tua di Tepi Sungai Thu Bon
Hoi An dulu adalah pelabuhan dagang sibuk tempat kapal dari Tiongkok, Jepang, dan Eropa berlabuh berabad-abad lalu, dan jejak percampuran budaya itu masih terlihat jelas di setiap sudut kota tuanya. Bangunan kayu tua yang tak tersentuh perang, kanal kecil, dan ribuan lampion sutra yang menyala saat senja membuat kota ini terasa seperti berhenti di zaman lain. Berbeda dari kota besar Vietnam lainnya, Hoi An justru memikat karena lambat dan tenang, cocok dijelajahi dengan berjalan kaki atau sepeda.
Rute jam demi jam dengan tempat nyata dan peta — gratis di Telegram, dalam sekitar satu menit 👉
✈ Rencanakan Perjalanan Anda →Tempat Wisata Wajib Dikunjungi
Kota Tua Hoi An (Old Town)
Kawasan warisan UNESCO dengan deretan rumah toko kayu abad ke-19, dijelajahi terbaik dengan berjalan kaki di pagi atau malam hari saat lampion menyala.
Jembatan Jepang (Chua Cau)
Jembatan beratap ikonik yang dibangun komunitas pedagang Jepang pada abad ke-16, kini menjadi simbol paling dikenali dari kota ini.
Rumah Kuno Tan Ky
Rumah pedagang berusia lebih dari 200 tahun dengan arsitektur campuran Vietnam, Tiongkok, dan Jepang yang masih dihuni keturunan pemiliknya.
Kuil Perkumpulan Fujian (Phuc Kien)
Kuil warna-warni milik komunitas pedagang Tiongkok Fujian, dipenuhi ukiran naga dan altar Dewi Laut Thien Hau.
Pasar Hoi An (Cho Hoi An)
Pasar tepi sungai yang ramai sejak subuh, tempat terbaik mencicipi jajanan lokal dan melihat kehidupan sehari-hari warga.
Pantai An Bang
Pantai pasir putih santai sekitar 4 km dari pusat kota, cocok untuk bersantai di beach club sambil menikmati matahari terbenam.
Desa Tembikar Thanh Ha
Desa kerajinan gerabah tradisional di tepi Sungai Thu Bon tempat pengrajin masih membuat tembikar dengan teknik turun-temurun.
Contoh Itinerary Sehari
Kuliner Khas
Hoi An punya beberapa hidangan khas yang bahkan sulit ditemukan persis sama di kota lain di Vietnam.
Februari hingga April adalah waktu terbaik karena cuaca cerah, tidak terlalu panas, dan belum masuk musim hujan yang biasanya datang Oktober-November dengan risiko banjir di kota tua.
Kota tua Hoi An sepenuhnya bisa dijelajahi dengan berjalan kaki karena area intinya bebas kendaraan bermotor pada jam-jam tertentu; untuk ke Pantai An Bang atau desa kerajinan sekitar, sewa sepeda atau pesan ojek online seperti Grab.
Beli tiket terusan kota tua di salah satu loket resmi (bukan dari calo) karena tiket ini sudah termasuk masuk ke beberapa rumah kuno dan kuil sekaligus, jauh lebih hemat daripada bayar satu-satu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah kota tua Hoi An perlu tiket masuk?+
Ya, ada tiket terusan yang dijual di loket resmi untuk masuk ke beberapa rumah kuno, kuil, dan bangunan bersejarah, meski berjalan-jalan di jalanan kota tua sendiri gratis.
Berapa hari ideal untuk menjelajahi Hoi An?+
Dua sampai tiga hari sudah cukup untuk menikmati kota tua, mencoba jahit baju custom, dan bersantai di Pantai An Bang tanpa terburu-buru.
Apakah Hoi An cocok untuk belanja pakaian custom?+
Sangat cocok, kota ini terkenal dengan puluhan penjahit yang bisa membuat baju atau jas sesuai ukuran dalam waktu kurang dari 24 jam.
Berguna untuk perjalanan
Siap Menjelajahi Hoi An?
Susun rencana perjalananmu ke kota lampion ini dan rasakan sendiri suasana kota tua yang tak lekang oleh waktu.
✈ Telegram →